Ramalan Harga Emas dari Delapan Lembaga Dunia: Jalan ke US$5.000 Makin Terjal

By Teramine EditorialPublished 5 October 20266 min readCompany: HSBC; Goldman Sachs; UBS; Deutsche Bank; Morgan Stanley; Bank of America; Crédit Agricole; MKS PAMP

Harga emas menguat tipis ke US$4.144,83 per troy ons pada Senin (5/10/2026), setelah turun 0,85% pada Jumat dan 3,4% sepanjang pekan. Sejumlah bank memangkas proyeksi — HSBC menurunkan rata-rata 2026 ke US$4.490 dan 2027 ke US$4.825 — sementara Goldman Sachs, Deutsche Bank, dan Crédit Agricole masih memasang target US$4.900–US$5.000. Berikut rangkuman ramalannya dan angka penopangnya.

Harga emas masih bergerak liar. Pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 06.29 WIB, harga emas menguat tipis 0,06% ke US$4.144,83 per troy ons, setelah pada Jumat pekan lalu ditutup turun 0,85% ke US$4.142,34 per troy ons dan ambruk 3,4% sepanjang pekan, merujuk laporan CNBC Indonesia.

Karena itu, sejumlah bank besar mulai memangkas proyeksi harga emas untuk tahun ini dan tahun depan — meski pandangan jangka panjangnya masih positif. CNBC Indonesia merangkum ramalan terbaru dari delapan lembaga dunia. Artikel ini menyusun ulang angka-angka itu, menambah konteks dari rekor Januari 2026, dan menandai apa yang belum bisa disimpulkan.

Angka terbaru

WaktuHarga emas spotPerubahan
Senin, 5 Oktober 2026, 06.29 WIBUS$4.144,83/troy ons+0,06%
Jumat, 2 Oktober 2026 (penutupan)*US$4.142,34/troy ons-0,85%
Sepanjang pekan lalu—-3,4%
  • Sumber juga menyebut angka penutupan Jumat yang berbeda di bagian lain laporannya; lihat bagian "Yang tidak dapat kami pastikan" di bawah.

Tekanan datang dari beberapa arah sekaligus, yang menurut laporan itu saling menguatkan: harga minyak yang tinggi berpotensi memicu inflasi kembali, kenaikan imbal hasil obligasi membuat aset berbunga lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberi imbal hasil, dan penguatan dolar AS membuat emas lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

Ramalan terbaru dari delapan lembaga

LembagaProyeksiHorizon
HSBCrata-rata US$4.490 (dari US$4.560)2026
HSBCrata-rata US$4.825 (dari US$4.925)2027
Goldman SachsUS$4.900akhir 2026
UBSsekitar US$4.600, lalu menuju US$5.000Desember; Maret 2027
Deutsche BankUS$5.000target
Morgan Stanleyberpotensi menembus US$5.0002027
Bank of Americabisa turun ke US$3.750 sebelum menguat lagiskenario
Bank of Americarata-rata bisa tertekan ke sekitar US$3.500 bila minyak US$150/barel2027
Crédit AgricoleUS$5.000; US$5.500Desember 2026; Desember 2027
MKS PAMPpremi sekitar US$840/oz dari faktor geopolitik dan diversifikasi cadangan devisaperkiraan

HSBC adalah bank terbaru yang memangkas proyeksi. Bank itu menurunkan rata-rata harga emas 2026 menjadi US$4.490 dari US$4.560, dan proyeksi 2027 menjadi US$4.825 dari US$4.925. Pemangkasan ini merupakan revisi lanjutan — sebelumnya HSBC sudah menurunkan proyeksi 2026 dari US$4.864 dan proyeksi 2027 dari US$5.000. Meski begitu, HSBC memperkirakan permintaan bank sentral akan menjadi penopang bila harga turun mendekati atau di bawah US$4.000 per troy ons, dan menilai titik dasar harga emas berpotensi makin dekat.

Di sisi optimistis, sejumlah bank masih melihat peluang emas menembus US$5.000: Goldman Sachs memproyeksikan US$4.900 pada akhir 2026; UBS memperkirakan sekitar US$4.600 pada Desember sebelum naik menuju US$5.000 pada Maret 2027; Deutsche Bank memasang target US$5.000; dan Morgan Stanley melihat emas berpotensi menembus level itu pada 2027. Crédit Agricole mempertahankan pandangan bullish dengan target US$5.000 pada Desember 2026 dan US$5.500 pada Desember 2027.

Bank of America memberi skenario yang lebih berat: emas bisa turun menuju US$3.750 sebelum kembali menguat. Risiko terbesarnya datang dari minyak — bila harga minyak melonjak hingga US$150 per barel, BofA memperkirakan rata-rata harga emas 2027 dapat tertekan sampai sekitar US$3.500.

Lembaga kedelapan yang dirangkum, MKS PAMP, tidak memasang target harga tunggal. Ahli strateginya, Nicky Shiels, memperkirakan faktor geopolitik dan diversifikasi cadangan devisa negara memberi premi sekitar US$840 per troy ons terhadap harga emas.

Konteks: dari rekor Januari ke koreksi

Ramalan itu perlu dibaca dengan latar pergerakan setahun terakhir. Menurut laporan yang sama, emas melonjak 64% sepanjang 2025 dan mencetak rekor sekitar US$5.595 per troy ons pada 29 Januari 2026. Setelah itu reli berbalik: pada 2 Oktober, harga emas spot berada di sekitar US$4.140, atau lebih dari 20% di bawah rekor Januari, dan kini sekitar 26% di bawah rekor 52 minggu US$5.598,58 yang dicapai akhir Januari.

Sementara itu, harga emas ditutup sekitar US$4.136 per troy ons pada Jumat dengan penurunan 1,13% dalam sehari, dan sepanjang September emas anjlok 6,64%. Dengan level itu, harga harus melonjak sekitar 21% untuk mencapai target Crédit Agricole sebesar US$5.000 pada akhir tahun.

Sisi permintaan dan pasokan

Tekanan jangka pendek juga terlihat dari posisi investor. Berdasarkan data CFTC yang dikutip Reuters, posisi *net long* manajer investasi turun ke level terendah sejak akhir Juli pada pekan yang berakhir 22 September. Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas mengalami arus keluar 1,6 ton, sehingga total kepemilikan global turun menjadi sekitar 4.249 ton.

Permintaan fisik di Asia juga melemah. Di China, minat pembelian emas turun menjelang libur nasional 1–7 Oktober, dan premi emas domestik terhadap harga global menghilang. Dari sisi pasokan, Ghana menghentikan ekspor emas sejak Agustus melalui GoldBod karena pemerintah memprioritaskan penguatan cadangan devisa.

Yang masih menopang harga adalah permintaan struktural. China tetap menjadi pembeli besar — mengimpor 1.077 ton emas pada delapan bulan pertama 2026. HSBC menilai kuatnya pembelian bank sentral dan permintaan Asia membuat potensi titik dasar harga emas makin dekat.

Perak ikut tertekan

Pasar logam mulia lain tidak sepi. Perak (XAG) masih di bawah tekanan setelah anjlok lebih dari 6% pada pekan lalu. Pada Senin, 5 Oktober 2026, pukul 06.33 WIB, harga perak menguat 0,61% ke US$60,76 per troy ons, setelah pada Jumat ambruk 0,8% ke US$60,39 per troy ons.

Apa artinya bagi pembaca

Tiga hal bisa dibaca dari rangkaian angka di atas tanpa perlu memproyeksikan harga sendiri.

  • Sebaran proyeksi itu sendiri adalah informasi. Ketika target tahun depan berkisar dari US$3.500 (skenario BofA untuk 2027) sampai US$5.500 (Crédit Agricole Desember 2027), yang ditunjukkan bukan arah yang pasti, melainkan besarnya ketidakpastian terhadap dua variabel yang sama: biaya uang (imbal hasil obligasi) dan dolar AS.
  • Bagi pemegang emas fisik di Indonesia, angka global ini bukan harga yang berlaku saat menjual. Harga jual di dalam negeri mengikuti harga *buyback* Antam dan toko masing-masing; konteks harga ritel domestik kami ulas di [Harga Emas Antam, Logam Mulia, dan Pegadaian](/id/news/harga-emas-antam-logam-mulia-dan-pegadaian).
  • Bagi pelaku usaha dan investor tambang, agenda yang layak diikuti bukan harga spot harian, melainkan arah permintaan bank sentral dan permintaan China — dua penopang yang disebut sumber bertahan ketika arus dana di ETF keluar.

Pergerakan emas pekan sebelumnya kami rangkum di [Harga Emas Dunia Anjlok 3,36% Sepekan](/id/news/harga-emas-dunia-anjlok-sepekan-imbal-hasil-treasury), [Harga Emas Dunia Turun 2% Sepekan, Tertekan Suku Bunga The Fed](/id/news/harga-emas-dunia-turun-2-persen-sepekan-fed), dan [Harga Emas Dunia Ambruk ke US$4.180,49](/id/news/harga-emas-ambruk-tekanan-suku-bunga-the-fed). Untuk mitra pembiayaan dan peluang kerja sama di rantai tambang serta logam, lihat [Marketplace](/id/marketplace); untuk pengurusan izin, lihat [Layanan Perizinan](/id/layanan-izin).

Catatan Teramine

*Bagian ini adalah analisis editorial kami. Ia bukan pernyataan fakta dari CNBC Indonesia, bank-bank yang disebut, Refinitiv, Reuters, CFTC, maupun pihak lain, dan bukan rekomendasi investasi.*

Hal yang paling layak dicatat dari rangkuman ini bukan angka target mana pun, melainkan cara bank-bank menempatkan risiko. Proyeksi optimistis dan pesimistis sama-sama bermuara pada variabel yang sama — harga minyak dan arah suku bunga The Fed — bukan pada pasokan atau permintaan emas itu sendiri. BofA bahkan merumuskan skenario terburuknya secara eksplisit: bila minyak menyentuh US$150 per barel, rata-rata emas 2027 bisa tertekan ke sekitar US$3.500. Artinya, cerita harga energi dan cerita biaya uang adalah satu cerita.

Yang kedua, HSBC menaruh penopang pada pembelian bank sentral, bukan pada investor swasta. Ini penting karena dua kelompok itu berperilaku berbeda: investor ETF bisa keluar cepat (arus keluar 1,6 ton pekan lalu), sedangkan bank sentral membeli dalam horizon tahunan. Selama China tetap mengimpor sebesar yang dilaporkan — 1.077 ton dalam delapan bulan — lantai harga lebih mungkin datang dari negara daripada dari pasar.

Karena itu kami menilai "jalan menuju US$5.000" lebih tepat dibaca sebagai uji ketahanan permintaan struktural, bukan sebagai prediksi arah. Bank-bank sendiri tidak sepakat pada waktunya, dan itu justru pesannya.

Yang tidak dapat kami pastikan untuk artikel ini

  • Verifikasi independen atas seluruh angka. Semua angka dalam artikel ini — harga spot, proyeksi tiap bank, data CFTC, arus keluar ETF, impor China, hingga harga perak — kami kutip dari satu laporan CNBC Indonesia tertanggal 5 Oktober 2026; kami tidak membuka langsung terminal Refinitiv, rilis CFTC, maupun laporan riset tiap bank.
  • Dua angka penutupan Jumat yang berbeda di dalam satu sumber. Laporan menyebut US$4.142,34 (-0,85%) dan sekitar US$4.136 (-1,13%) untuk hari yang sama. Kami menyajikan keduanya apa adanya dan tidak memilih salah satunya sebagai yang benar.
  • Identitas lengkap "delapan lembaga". Kami mencatat tujuh lembaga dengan target angka (HSBC, Goldman Sachs, UBS, Deutsche Bank, Morgan Stanley, Bank of America, Crédit Agricole) ditambah MKS PAMP yang menyoroti premi geopolitik. Tidak ada daftar resmi lain yang kami baca.
  • Metodologi dan tanggal pasti tiap proyeksi. Sumber tidak menyebut tanggal penerbitan masing-masing riset maupun dasar penghitungannya.
  • Dampak ke emiten tambang emas Indonesia. Tidak ada proyeksi pendapatan, margin, atau arus kas yang kami hitung, dan tidak ada rekomendasi saham di artikel ini.

Sumber

Artikel ini disusun dari satu laporan yang kami buka dan baca penuh.

  • CNBC Indonesia — "Merapat! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 8 Lembaga Dunia", Senin, 5 Oktober 2026, 06:43 WIB. Digunakan untuk: harga emas Senin 5 Oktober 2026 pukul 06.29 WIB (US$4.144,83/oz, +0,06%), penutupan Jumat (US$4.142,34/oz, -0,85%), pelemahan mingguan 3,4%, serta penutupan sekitar US$4.136 (-1,13%) yang disebut pada bagian akhir laporan; pemangkasan proyeksi HSBC (2026 menjadi US$4.490 dari US$4.560; 2027 menjadi US$4.825 dari US$4.925, revisi lanjutan dari US$4.864 dan US$5.000), pandangan permintaan bank sentral, dan potensi titik dasar; reli 2025 (+64%) dan puncak sekitar US$5.595 pada 29 Januari 2026; posisi 2 Oktober (sekitar US$4.140, lebih dari 20% di bawah rekor Januari) dan jarak 26% dari rekor 52 minggu US$5.598,58; proyeksi Goldman Sachs (US$4.900 akhir 2026), UBS (sekitar US$4.600 Desember, US$5.000 Maret 2027), Deutsche Bank (US$5.000), Morgan Stanley (menembus US$5.000 pada 2027), Bank of America (US$3.750; sekitar US$3.500 pada 2027 bila minyak US$150/barel), dan Crédit Agricole (US$5.000 Desember 2026; US$5.500 Desember 2027); premi sekitar US$840/oz menurut Nicky Shiels (MKS PAMP); data CFTC yang dikutip Reuters (posisi net long terendah sejak akhir Juli, pekan berakhir 22 September); arus keluar ETF 1,6 ton dan total kepemilikan sekitar 4.249 ton; pelemahan permintaan fisik China menjelang libur 1–7 Oktober dan hilangnya premi domestik; penghentian ekspor emas Ghana sejak Agustus melalui GoldBod; impor emas China 1.077 ton pada delapan bulan pertama 2026; penurunan 6,64% sepanjang September; serta harga perak Senin (US$60,76/oz, +0,61%) dan Jumat (US$60,39/oz, -0,8%).

Sources & References

Citing a report by CNBC Indonesia — \"Merapat! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 8 Lembaga Dunia\", Senin, 5 Oktober 2026, 06:43 WIB (harga emas Senin 5 Oktober 2026 pukul 06.29 WIB di US$4.144,83 per troy ons, +0,06%; penutupan Jumat di US$4.142,34, -0,85%, dan pelemahan mingguan 3,4%; pemangkasan proyeksi HSBC 2026 ke US$4.490 dari US$4.560 dan 2027 ke US$4.825 dari US$4.925, setelah sebelumnya memangkas dari US$4.864 dan US$5.000, serta pandangan permintaan bank sentral sebagai penopang di bawah US$4.000; reli 2025 sebesar 64% dan rekor sekitar US$5.595 pada 29 Januari 2026; posisi 2 Oktober sekitar US$4.140 dan jarak 26% dari rekor 52 minggu US$5.598,58; proyeksi Goldman Sachs US$4.900 akhir 2026, UBS sekitar US$4.600 Desember lalu US$5.000 Maret 2027, Deutsche Bank US$5.000, Morgan Stanley menembus US$5.000 pada 2027, Bank of America turun ke US$3.750 dan sekitar US$3.500 pada 2027 bila minyak US$150 per barel, dan Crédit Agricole US$5.000 Desember 2026 serta US$5.500 Desember 2027; premi sekitar US$840 per troy ons menurut Nicky Shiels dari MKS PAMP; data CFTC yang dikutip Reuters bahwa posisi net long manajer investasi turun ke level terendah sejak akhir Juli pada pekan berakhir 22 September; arus keluar ETF 1,6 ton dengan total kepemilikan global sekitar 4.249 ton; pelemahan permintaan fisik China menjelang libur nasional 1-7 Oktober dan hilangnya premi domestik; penghentian ekspor emas Ghana sejak Agustus melalui GoldBod; impor emas China 1.077 ton pada delapan bulan pertama 2026; penurunan emas 6,64% sepanjang September dan penutupan sekitar US$4.136 pada Jumat; serta harga perak US$60,76 per troy ons pada Senin pukul 06.33 WIB dan US$60,39 pada Jumat)., …

  1. 1
    CNBC Indonesia — \"Merapat! Ini Ramalan Harga Emas Terbaru dari 8 Lembaga Dunia\", Senin, 5 Oktober 2026, 06:43 WIB (harga emas Senin 5 Oktober 2026 pukul 06.29 WIB di US$4.144,83 per troy ons, +0,06%; penutupan Jumat di US$4.142,34, -0,85%, dan pelemahan mingguan 3,4%; pemangkasan proyeksi HSBC 2026 ke US$4.490 dari US$4.560 dan 2027 ke US$4.825 dari US$4.925, setelah sebelumnya memangkas dari US$4.864 dan US$5.000, serta pandangan permintaan bank sentral sebagai penopang di bawah US$4.000; reli 2025 sebesar 64% dan rekor sekitar US$5.595 pada 29 Januari 2026; posisi 2 Oktober sekitar US$4.140 dan jarak 26% dari rekor 52 minggu US$5.598,58; proyeksi Goldman Sachs US$4.900 akhir 2026, UBS sekitar US$4.600 Desember lalu US$5.000 Maret 2027, Deutsche Bank US$5.000, Morgan Stanley menembus US$5.000 pada 2027, Bank of America turun ke US$3.750 dan sekitar US$3.500 pada 2027 bila minyak US$150 per barel, dan Crédit Agricole US$5.000 Desember 2026 serta US$5.500 Desember 2027; premi sekitar US$840 per troy ons menurut Nicky Shiels dari MKS PAMP; data CFTC yang dikutip Reuters bahwa posisi net long manajer investasi turun ke level terendah sejak akhir Juli pada pekan berakhir 22 September; arus keluar ETF 1,6 ton dengan total kepemilikan global sekitar 4.249 ton; pelemahan permintaan fisik China menjelang libur nasional 1-7 Oktober dan hilangnya premi domestik; penghentian ekspor emas Ghana sejak Agustus melalui GoldBod; impor emas China 1.077 ton pada delapan bulan pertama 2026; penurunan emas 6,64% sepanjang September dan penutupan sekitar US$4.136 pada Jumat; serta harga perak US$60,76 per troy ons pada Senin pukul 06.33 WIB dan US$60,39 pada Jumat).Tier 3

This article was rewritten with added context and data. Original sources are listed for transparency.

Harga EmasRamalan Harga EmasProyeksi EmasHSBCGoldman SachsThe FedETF EmasBank Sentral
Share

Related Mining Opportunities

Mining projects currently offered on Teramine for this commodity.

Browse Mining Opportunities

Looking for mining investment opportunities in Indonesia?

Browse IUP projects available for take over, joint operation and joint venture on Teramine.

Explore Mining Opportunities

Own a mining asset or project?

Publish your mining opportunity to Teramine's investor network.

Submit Mining Opportunity

Ada Pertanyaan?

Konsultasi gratis dengan tim ahli kami

Hubungi Kami