Harga Batu Bara Berakhir di US$146,4 per Ton, dan Kesepakatan China Impor 10 Juta Ton Batu Bara AS per Tahun

By Teramine EditorialPublished 30 September 20267 min read

Harga batu bara ditutup di US$147,35 per ton pada Senin (28/9) — tertinggi sejak 14 September — lalu melemah 0,64% ke US$146,4 pada Selasa (29/9) seiring turunnya harga minyak dan libur Mid-Autumn di China. Yang bertahan lebih lama daripada dua hari itu: China sepakat mengimpor 10 juta ton batu bara AS per tahun pada 2027–2028, dan India masih menahan sekitar 80 dari 190 PLTU batu baranya pada level stok kritis.

Harga batu bara dunia menempuh dua arah dalam dua hari terakhir. Mengacu Refinitiv, harga batu bara ditutup di US$147,35 per ton pada perdagangan Senin (28/9/2026) — menguat 1,27% dan menjadi penutupan tertinggi sejak 14 September 2026. Penguatan itu memperpanjang tren positif dua hari beruntun dengan total kenaikan 2,6%.

Sehari kemudian arahnya berbalik. Pada Selasa (29/9/2026) harga batu bara ditutup di US$146,4 per ton, melemah 0,64%, dan memutus tren positif tiga hari beruntun. Dua laporan CNBC Indonesia — masing-masing 29 dan 30 September 2026 — mencatat dua sebab pelemahan tersebut: harga minyak yang turun, dan permintaan yang mengendur selama masa libur di China.

Artikel ini merangkum pergerakan itu, lalu menyorot dua hal yang tidak selesai dalam sehari: kesepakatan impor batu bara Amerika Serikat (AS) ke China, dan perubahan logistik batu bara di dalam China sendiri.

Angka dua hari

TanggalPenutupanPerubahan harianKeterangan
Senin, 28 September 2026US$147,35 per ton+1,27%Penutupan tertinggi sejak 14 September 2026; naik 2,6% dalam dua hari beruntun
Selasa, 29 September 2026US$146,4 per ton−0,64%Memutus penguatan tiga hari beruntun

Level harga dan persentase di atas adalah angka Refinitiv sebagaimana dikutip CNBC Indonesia. Kami tidak membuka data Refinitiv secara langsung.

Selisih kedua penutupan itu tipis — sekitar 0,6%. Yang lebih besar bobotnya adalah arah harganya, dan faktor-faktor yang disebut menyebabkannya.

Sebab jangka pendek: minyak yang turun dan libur Mid-Autumn

Pada Selasa (29/9/2026), minyak Brent turun 2,6% menjadi US$102,59 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) merosot 3,5% ke US$89,38 per barel. Meski terkoreksi, keduanya masih menuju kenaikan bulanan — Brent sekitar 13% dan WTI sekitar 4%. Perlu dicatat dari laporan sebelumnya: pada Senin (28/9/2026) Brent sempat menyentuh level US$105.

CNBC Indonesia menuliskan bahwa batu bara dan minyak adalah komoditas substitusi sehingga harganya saling memengaruhi. Selain itu, permintaan melemah selama libur di China: Tiongkok libur pada Festival Mooncake atau Mid-Autumn Festival sejak 25 September hingga 30 September 2026.

Kedua faktor itu menjelaskan gerak harian, bukan arah jangka menengah. Pergerakan yang berbalik dalam dua hari dengan selisih di bawah satu persen adalah gejala pasar jangka pendek.

Yang bertahan lebih lama: China sepakat impor 10 juta ton batu bara AS per tahun

Faktor yang lebih struktural datang dari kesepakatan dagang AS–China. Menurut CNBC Indonesia, yang mengutip lembar fakta Gedung Putih, China akan mengimpor 10 juta ton batu bara dari AS setiap tahun pada 2027 dan 2028. Total impor batu bara China dari AS diperkirakan mencapai 20 juta ton selama dua tahun tersebut — setara sekitar 2% dari total impor batu bara China setiap tahunnya.

Poin-poin lain yang disebut bersamaan dengan itu:

  • Kementerian Perdagangan China menyebut impor batu bara AS dapat menjadi tambahan pasokan bagi pasar domestiknya, sekaligus memberikan pendapatan dan lapangan kerja bagi industri batu bara AS.
  • Kesepakatan itu dilaporkan sebagai salah satu hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington pada pekan sebelumnya.
  • Kedua negara sepakat mengusulkan pemangkasan tarif atas produk perdagangan senilai masing-masing US$30 miliar. Besaran penurunan tarif dan waktu penerapannya belum diumumkan.
  • Gencatan dagang kedua negara diperpanjang hingga 10 Januari 2027 untuk memberi ruang negosiasi lanjutan.
  • Minyak dan gas alam cair (LNG) tidak termasuk dalam daftar komoditas yang masuk kesepakatan impor tersebut.

Bagi pasar batu bara, angka 10 juta ton per tahun itu kecil dalam skala absolut: sekitar 2% dari impor batu bara China. Namun ia menggambarkan sesuatu yang lebih penting daripada volumenya — bahwa pasokan untuk pembangkit listrik China tidak lagi sepenuhnya soal harga, melainkan juga soal dari mana batu bara itu datang.

Sisi permintaan: India menahan stok yang menipis

Di sisi lain pasar, laporan yang sama merinci kondisi India. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah membuat permintaan listrik puncak turun dari level tinggi yang tercatat selama sebagian besar September: menjadi 218,8 gigawatt (GW) pada Minggu, dari 222,6 GW pada Jumat dan 224,7 GW pada Sabtu. Pada Senin, permintaan puncak kembali meningkat menjadi 236,34 GW. Angka itu masih di bawah rentang puncak 240–269 GW yang tercatat pada periode 1–23 September.

Yang perlu dibaca berdampingan dengan itu adalah stok bahan bakar:

Indikator IndiaAngkaKeterangan
Permintaan listrik puncak, Senin236,34 GWTurun dari 218,8 GW pada Minggu, tetapi masih di bawah puncak 1–23 September (240–269 GW)
Pertumbuhan konsumsi listrik Septemberlebih dari 14%Didorong kebutuhan pendinginan dan irigasi, di tengah curah hujan monsun di bawah normal
Stok batu bara PLTU berbasis batu bara domestik19,2 juta tonPer Minggu
Stok batu bara PLTU berbasis batu bara impor2,55 juta tonDiperkirakan cukup untuk sekitar 8–9 hari
PLTU dengan stok kritissekitar 80 dari 190 unitStok di bawah 25% dari persediaan normatif

Hujan di wilayah penghasil batu bara India dilaporkan mengganggu transportasi bahan bakar, sehingga stok di pembangkit turun tajam. Produksi listrik tenaga angin kembali meningkat setelah menurun sejak 11 September, mencapai 603 juta unit pada 26 September. Departemen Meteorologi India memperkirakan hujan dengan intensitas tersebar hingga lebat akan mengguyur sebagian wilayah India selatan pada pekan ini.

Praktisnya, angka 80 dari 190 unit itu adalah angka yang paling mudah berubah: jika permintaan puncak tetap di atas 236 GW sementara pasokan tambahan tersendat, pembangkit yang harus menambah pasokan cepat adalah pembangkit yang stoknya berada di bawah ambang normatif.

Sisi permintaan: China, dari harga listrik sampai jalur kereta

Di China, CNBC Indonesia mencatat harga listrik di Guangdong melonjak pada pekan ketiga September 2026. Cuaca panas berkepanjangan dan kenaikan biaya gas disebut mendorong harga listrik spot, sementara suhu di sejumlah wilayah Guangdong bertahan di sekitar 35 derajat Celsius sehingga konsumsi listrik untuk pendingin ruangan tetap tinggi.

Laporan itu sekaligus memberi batasnya sendiri: data yang dibaca belum merinci perubahan konsumsi batu bara, volume pembangkitan PLTU, maupun stok batu bara di pembangkit Guangdong. Kami mencantumkan keterbatasan itu apa adanya — besarnya tambahan permintaan batu bara akibat kenaikan harga listrik tersebut belum dapat dipastikan dari sumber yang kami baca.

Yang lebih terukur adalah pergeseran logistiknya. Sebuah jalur kereta khusus pengangkut batu bara dari Guizhou ke Sichuan mulai beroperasi pada 17 September 2026. Batu bara diangkut dengan truk dari Jinsha, Guizhou, menuju Stasiun Longshanzhen East, lalu dikirim dengan kereta langsung ke pembangkit listrik di Sichuan selatan. Sistem itu diperkirakan memangkas biaya logistik 3%–5% dan meningkatkan kapasitas angkutan hingga 200%–300%, sekaligus memperkuat ketahanan distribusi terhadap cuaca ekstrem. Operator Shudao Railway Operation Group berencana memperluas layanan tersebut. Langkah ini bagian dari strategi China mengalihkan angkutan barang curah dari jalan raya ke kereta api.

Apa artinya bagi pembaca di Indonesia

  • Harga harian adalah sinyal pendek. Selisih US$0,95 per ton antara penutupan Senin dan Selasa berada di dalam rentang gerak harian yang wajar, dan sebab utamanya — harga minyak serta kalender libur — bersifat sementara.
  • Yang mengikat pelaku usaha tetap kuota, bukan harga. Harga dunia menentukan nilai jual, tetapi volume yang boleh ditambang setiap badan usaha ditentukan dokumen RKAB masing-masing. Konteksnya ada di artikel kami tentang [persetujuan RKAB batu bara 2026](/id/news/rkab-batu-bara-2026-disetujui-produksi-720-juta-ton) dan [revisi RKAB serta kuota produksi](/id/news/revisi-rkab-kuota-produksi-batubara-nikel).
  • Permintaan tidak lagi datang dari satu pintu. Dengan China menambah impor dari AS dan India menahan stok pembangkit yang menipis, rencana penjualan yang mengandalkan satu pasar tunggal lebih rentan daripada rencana dengan pembeli yang tersebar.
  • Untuk kebutuhan perizinan dan dokumen pendukung, lihat halaman [Layanan Perizinan](/id/layanan-izin) kami; untuk mitra proyek dan peluang kerja sama di sektor pertambangan, lihat [Marketplace](/id/marketplace).

Kronologi

TanggalPeristiwa
Pekan ke-3 September 2026Harga listrik di Guangdong, China, melonjak; suhu sekitar 35 derajat Celsius
11 September 2026Produksi listrik tenaga angin India menurun sejak tanggal ini
14 September 2026Referensi penutupan tertinggi sebelumnya untuk harga batu bara
17 September 2026Jalur kereta khusus batu bara Guizhou–Sichuan mulai beroperasi
21–27 September 2026 (pekan sebelumnya)Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington
25–30 September 2026Libur Festival Mooncake/Mid-Autumn Festival di China
26 September 2026Produksi listrik tenaga angin India kembali naik, mencapai 603 juta unit
28 September 2026Harga batu bara ditutup US$147,35 per ton (+1,27%); Brent menyentuh US$105
29 September 2026Harga batu bara ditutup US$146,4 per ton (−0,64%); Brent turun 2,6% ke US$102,59
1–23 September 2026Rentang permintaan listrik puncak India 240–269 GW
10 Januari 2027Gencatan dagang AS–China berakhir sesuai perpanjangan yang disepakati
2027–2028Periode impor 10 juta ton batu bara AS per tahun ke China sesuai laporan

Catatan Teramine

Bagian Catatan Teramine ini adalah analisis editorial kami, bukan pernyataan fakta dan bukan kutipan dari sumber mana pun.

Dua laporan CNBC Indonesia itu menyajikan dua lapis yang berbeda, dan yang satu sering menutupi yang lain. Lapis pertama adalah harga: dua penutupan berurutan yang berbeda kurang dari satu persen, digerakkan harga minyak dan kalender libur. Lapis kedua adalah susunan permintaan batu bara dunia. Dalam pembacaan kami, angka 20 juta ton impor batu bara AS ke China selama dua tahun terlalu kecil untuk menggeser harga batu bara Indonesia, tetapi angkanya bukan intinya — yang berubah adalah bentuk hubungan dagangnya. Impor batu bara menjadi salah satu mata uang negosiasi antara Washington dan Beijing, dan kalau begitu, permintaan batu bara dari China akan selalu memiliki lapisan politik di atas lapisan ekonominya.

Yang kedua, gambar permintaan di sisi pembeli tidak seragam. India digambarkan masih bergantung pada pergerakan hujan: permintaan puncaknya turun saat hujan datang, lalu melonjak kembali pada hari berikutnya, sementara hampir setengah pembangkit batu baranya berada di bawah ambang stok normatif. China digambarkan sedang mengurus sisi lain — bukan berapa banyak batu bara yang dibakar, melainkan seberapa murah batu bara sampai ke pembangkit. Jalur kereta Guizhou–Sichuan yang baru berjalan itu adalah belanja efisiensi, bukan tambahan permintaan. Dua hal itu tidak bertentangan, tetapi keduanya berarti: pertumbuhan permintaan batu bara dari pasar ekspor utama bisa datang lebih lambat daripada yang biasa dibayangkan dari harga harian saja.

Kami tidak menghitung proyeksi harga, dampak terhadap produksi nasional, atau penerimaan negara dari laporan ini. Tidak ada satu pun angka di sumber kami yang memungkinkan perhitungan seperti itu.

Yang tidak dapat kami pastikan

  • Lembar fakta Gedung Putih yang menjadi dasar angka impor 10 juta ton per tahun dan total 20 juta ton. Angka itu kami kutip dari CNBC Indonesia; dokumennya tidak kami buka.
  • Besaran dan waktu penurunan tarif atas produk senilai masing-masing US$30 miliar, yang menurut laporan belum diumumkan.
  • Rincian volume impor batu bara AS ke China per kualitas batu bara, per pelabuhan, atau per pembeli. Tidak disebut dalam sumber kami.
  • Perubahan konsumsi batu bara dan stok di pembangkit Guangdong, yang secara eksplisit disebut belum dirinci dalam laporan tersebut.
  • Data Refinitiv yang menjadi rujukan harga. Kami hanya membaca angka yang dikutip CNBC Indonesia.
  • Tanggal pasti pertemuan Trump–Xi, yang dalam sumber hanya disebut sebagai "pekan lalu" relatif terhadap 29 September 2026.
  • Angka realisasi ekspor batu bara Indonesia ke China dan India pada periode yang sama, serta dampaknya bagi produsen Indonesia. Tidak ada dalam sumber yang kami baca.

Sumber

Artikel ini disusun dari dua laporan CNBC Indonesia yang kami buka dan baca penuh: "China vs Amerika Tiba-Tiba Mesra, Harga Batu Bara Langsung Terbang" (29 September 2026, 07:20 WIB) dan "Harga Batu Bara Turun Setelah Terbang 3 Hari, China Jadi Biang Kerok?" (30 September 2026, 07:55 WIB). Tidak ada angka, nama, tanggal, atau pernyataan dalam artikel ini yang tidak berasal dari salah satu di antara keduanya, kecuali bagian Catatan Teramine yang kami tandai sebagai analisis editorial.

Sources & References

Citing a report by CNBC Indonesia — "Harga Batu Bara Turun Setelah Terbang 3 Hari, China Jadi Biang Kerok?", 30 September 2026, 07:55 WIB (harga batu bara ditutup US$146,4 per ton pada Selasa 29 September 2026 atau melemah 0,64% dan memutus penguatan tiga hari beruntun, mengacu Refinitiv; Brent turun 2,6% ke US$102,59 per barel dan WTI turun 3,5% ke US$89,38 per barel dengan Brent menuju kenaikan bulanan sekitar 13% dan WTI sekitar 4%; libur Festival Mooncake/Mid-Autumn di China 25–30 September 2026; jalur kereta khusus batu bara Guizhou–Sichuan beroperasi sejak 17 September 2026 dengan pengangkutan truk dari Jinsha, Guizhou ke Stasiun Longshanzhen East lalu kereta ke pembangkit listrik Sichuan selatan, memangkas biaya logistik 3%–5% dan meningkatkan kapasitas angkutan 200%–300%, operator Shudao Railway Operation Group, bagian strategi pengalihan angkutan curah dari jalan raya ke kereta api; permintaan listrik puncak India turun ke 218,8 GW pada Minggu dari 222,6 GW pada Jumat dan 224,7 GW pada Sabtu lalu kembali 236,34 GW pada Senin, di bawah rentang 240–269 GW pada 1–23 September; konsumsi listrik India tumbuh lebih dari 14% sepanjang September; stok batu bara PLTU domestik 19,2 juta ton dan PLTU impor 2,55 juta ton atau sekitar 8–9 hari; sekitar 80 dari 190 PLTU batu bara berstok kritis atau di bawah 25% persediaan normatif)., …

  1. 1
  2. 2

This article was rewritten with added context and data. Original sources are listed for transparency.

Harga Batu BaraBatu BaraChinaAmerika SerikatImpor Batu BaraIndiaPermintaan Batu Bara
Share

Related Mining Opportunities

Mining projects currently offered on Teramine for this commodity.

Browse Mining Opportunities

Looking for mining investment opportunities in Indonesia?

Browse IUP projects available for take over, joint operation and joint venture on Teramine.

Explore Mining Opportunities

Own a mining asset or project?

Publish your mining opportunity to Teramine's investor network.

Submit Mining Opportunity

Ada Pertanyaan?

Konsultasi gratis dengan tim ahli kami

Hubungi Kami